CRM dan follow-up lead

Jasa setup CRM agar setiap lead di-follow-up tepat waktu dan tercatat sampai deal

SAB menyiapkan CRM untuk tim sales B2B: tahapan pipeline, routing lead, field persetujuan, integrasi form website ke CRM, pengingat follow-up, dan laporan. Kami bekerja dengan CRM yang sudah Anda pakai atau membantu menyusun kebutuhan sebelum memilih.

Berdiri sejak 2017Berbasis di JakartaLingkup jelas lewat proposal

Paling cocok untuk perusahaan B2B yang sudah rutin menerima leads dari website atau iklan, tetapi follow-up dan pencatatannya masih tersebar.

Ilustrasi lead dari website dan iklan yang masuk ke satu pipeline penjualan, lalu dibagikan ke anggota tim sales
Ilustrasi konsep: lead masuk ke satu pipeline
Beberapa proyek klien SAB
Pertamina Energy TerminalKlinik Pela 9PracticumSwiss Education GroupIPMI International Business SchoolIDeA IndonesiaPertamina Energy TerminalKlinik Pela 9PracticumSwiss Education GroupIPMI International Business SchoolIDeA Indonesia
Lihat studi kasus →
Masalah umum

Leads sudah datang, tetapi banyak yang hilang di tengah jalan

Marketing bisa mendatangkan enquiry. Tanpa sistem follow-up yang jelas, sebagian enquiry itu tidak pernah menjadi percakapan sales.

Lead tersebar di banyak tempat

Sebagian lead masuk lewat email, sebagian lewat WhatsApp pribadi sales, sebagian lagi di spreadsheet. Tidak ada yang bisa melihat semua lead dan statusnya di satu tempat.

Follow-up terlambat atau terlewat

Lead yang masuk di akhir pekan atau saat sales sibuk sering baru dihubungi beberapa hari kemudian. Calon klien yang sedang membandingkan vendor mungkin sudah bicara dengan pihak lain.

Setiap sales punya definisi tahapan sendiri

Satu sales menyebut lead sebagai prospek panas, yang lain menyebutnya baru tertarik. Tanpa tahapan pipeline yang sama, laporan dan perkiraan penjualan sulit dipercaya.

Sumber lead tidak terhubung ke deal

Marketing tahu jumlah form yang masuk, tetapi tidak tahu kanal mana yang menghasilkan meeting dan deal. Akibatnya anggaran dibagi berdasarkan jumlah lead, bukan kualitasnya.

Ilustrasi alur dari form website ke CRM, lalu ke tahapan pipeline dengan pengingat follow-up untuk tim sales
Ilustrasi konsep: alur lead dari form ke deal
Pendekatan SAB

CRM disusun dari proses sales Anda, bukan dari daftar fitur

Kami mulai dengan memetakan apa yang sebenarnya terjadi setelah lead masuk: siapa yang menerima, kapan dihubungi, kapan dianggap qualified, dan kapan dinyatakan menang atau kalah. Dari situ kami menyusun tahapan pipeline dengan kriteria yang jelas, field yang wajib diisi, dan aturan pembagian lead.

Setelah itu, form website dan landing page dihubungkan ke CRM beserta informasi sumbernya, dan follow-up dibantu dengan pengingat serta tugas otomatis. Otomasi di sini sederhana dan terukur: membantu sales tidak lupa, bukan menggantikan percakapan. Kami juga menyiapkan field persetujuan dan opt-out agar pengelolaan data kontak lebih tertib.

  • Tahapan pipeline dengan kriteria masuk dan keluar
  • Routing lead ke sales yang tepat
  • Sumber lead tercatat dari form sampai deal
  • Field persetujuan dan opt-out
  • Pengingat follow-up dan laporan pipeline
Cakupan pekerjaan

Apa saja yang dikerjakan dalam setup CRM

Cakupan akhir bergantung pada CRM yang dipakai dan proses sales Anda, dan ditulis di proposal. Biasanya meliputi enam area ini.

Pemetaan proses dan pipeline

Workshop bersama tim sales untuk menyepakati tahapan pipeline, definisi lead qualified, dan alasan menang atau kalah.

Struktur data dan field

Field kontak, perusahaan, dan deal yang benar-benar dipakai, termasuk sumber lead, status persetujuan, waktu persetujuan, dan status opt-out.

Integrasi form ke CRM

Form website dan landing page dihubungkan ke CRM, termasuk parameter UTM dan halaman asal, sehingga sumber setiap lead tercatat otomatis.

Routing dan penugasan lead

Aturan pembagian lead berdasarkan wilayah, produk, atau giliran, beserta notifikasi ke sales yang ditugaskan.

Otomasi follow-up dan pengingat

Tugas dan pengingat otomatis untuk follow-up pertama dan lanjutan, serta penanda untuk deal yang terlalu lama tidak bergerak.

Dashboard dan laporan

Laporan jumlah lead per sumber, perpindahan antar-tahapan, dan hasil deal, sehingga marketing dan sales membaca data yang sama.

Cara kerja

Lima tahap menyiapkan CRM bersama SAB

Prosesnya mengikuti alur kerja SAB: discovery, strategi, eksekusi, dan optimasi.

Discovery call 30 menit

Kami memahami tim sales, sumber leads, alat yang sudah dipakai, dan masalah follow-up yang paling terasa. Jadwalkan lewat schedule.sab.id.

Workshop proses sales

Kami menyepakati tahapan pipeline, field, aturan routing, dan laporan yang dibutuhkan. Ukuran keberhasilan juga disepakati di tahap ini.

Konfigurasi dan integrasi

CRM dikonfigurasi, data lama yang sudah dibersihkan diimpor, lalu form dan sumber lead dihubungkan.

Uji dan pelatihan

Kami mengirim lead uji dari setiap sumber sampai ke sales yang benar, lalu melatih tim cara memakai pipeline sehari-hari.

Review dan penyesuaian

Setelah beberapa minggu dipakai, kami meninjau data dan masukan tim sales, lalu menyesuaikan tahapan, field, atau aturan yang belum pas.

Perbandingan

Spreadsheet, setup sendiri, atau setup CRM bersama SAB

Tidak semua tim butuh CRM penuh. Tabel ini membantu Anda melihat pilihan yang masuk akal.

Spreadsheet dan chatSetup CRM sendiriSetup bersama SAB
Kecepatan mulaiLangsungCepat untuk fitur dasarSedang, diawali pemetaan proses
Tahapan pipelineTidak bakuSering memakai bawaan CRMDisusun dari proses sales Anda, dengan kriteria jelas
Sumber leadDicatat manual, sering kosongTergantung pengaturan formTercatat otomatis dari form dan UTM
Follow-upBergantung ingatan salesPengingat dasarTugas dan pengingat sesuai aturan yang disepakati
Persetujuan dan opt-outJarang dicatatBervariasiField khusus disiapkan sejak awal
BiayaPaling rendahLisensi dan waktu internalLisensi ditambah biaya setup sesuai proposal

Untuk tim kecil dengan sedikit lead, spreadsheet yang rapi bisa cukup. CRM mulai bermanfaat ketika ada beberapa sales, beberapa sumber lead, atau kebutuhan laporan yang rutin.

Ilustrasi meja kerja dengan papan tahapan pipeline, checklist setup CRM, dan kartu lead yang tersusun rapi
Ilustrasi konsep: persiapan setup CRM
Panduan praktis

Enam hal yang perlu diputuskan sebelum setup CRM

Keputusan ini lebih menentukan keberhasilan CRM daripada pilihan software-nya.

Tulis definisi lead qualified

Sepakati bersama marketing dan sales kapan sebuah lead dianggap layak dikejar, misalnya berdasarkan industri, ukuran perusahaan, kebutuhan, dan waktu pembelian. Tanpa definisi ini, perdebatan soal kualitas lead tidak akan selesai. Tuliskan dalam satu paragraf yang bisa dipahami semua orang.

Buat tahapan pipeline sesedikit mungkin

Lima sampai tujuh tahapan biasanya cukup untuk penjualan B2B. Setiap tahapan perlu kriteria keluar yang bisa diperiksa, misalnya meeting sudah terjadwal atau proposal sudah dikirim. Tahapan yang terlalu banyak membuat sales malas memperbarui data.

Batasi field wajib

Setiap field wajib menambah waktu input. Pilih hanya data yang benar-benar dipakai untuk keputusan atau laporan. Field lain bisa dibuat opsional dan diisi saat dibutuhkan.

Rekam sumber lead sejak form diisi

Gunakan hidden field di form untuk menyimpan parameter UTM dan halaman asal. Data ini sulit dilengkapi belakangan. Dengan sumber yang tercatat, Anda bisa membandingkan kanal berdasarkan meeting dan deal, bukan hanya jumlah form.

Catat persetujuan dan opt-out

UU Pelindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022) mengatur cara perusahaan memproses data pribadi. Simpan dasar dan waktu persetujuan, sumbernya, serta status opt-out untuk setiap kontak. Nomor telepon yang tercantum di internet tidak otomatis berarti orang tersebut setuju dihubungi untuk pemasaran.

Bersihkan data sebelum impor

Hapus duplikat, samakan format nama perusahaan dan nomor telepon, dan pisahkan kontak yang sudah tidak aktif. Mengimpor data berantakan ke CRM baru hanya memindahkan masalah lama ke tempat baru.

Apakah layanan ini cocok untuk tim Anda?

Setup CRM paling bermanfaat jika lead sudah datang secara rutin dan tim siap memakai sistemnya.

Cocok untuk Anda jika

  • Perusahaan B2B dengan lebih dari satu orang yang menangani sales
  • Leads datang dari beberapa sumber, seperti website, iklan, dan event
  • Ingin tahu kanal marketing mana yang menghasilkan deal
  • Manajemen siap mendorong tim sales memakai CRM setiap hari
  • Ingin data kontak dan persetujuan tercatat lebih tertib

Mungkin belum cocok jika

  • Belum ada proses sales dan jumlah lead masih sangat sedikit
  • Membutuhkan sistem ERP, akuntansi, atau gudang
  • Ingin mengirim pesan massal ke kontak tanpa persetujuan
  • Berharap CRM menggantikan kerja tim sales
Biaya

Apa yang menentukan biaya setup CRM

Kami tidak memakai paket baku karena proses sales setiap perusahaan berbeda. Biaya disusun dari empat faktor ini.

Jumlah pipeline dan tim

Satu pipeline untuk satu tim berbeda dengan beberapa pipeline untuk produk, wilayah, atau unit bisnis yang berbeda.

Jumlah dan jenis integrasi

Form website, landing page, iklan, email, dan aplikasi lain yang perlu dihubungkan ke CRM, termasuk yang membutuhkan konektor pihak ketiga.

Migrasi dan pembersihan data

Volume dan kondisi data dari spreadsheet atau CRM lama yang perlu dibersihkan dan diimpor.

Otomasi dan laporan

Kompleksitas aturan routing, pengingat, dan dashboard yang dibutuhkan manajemen.

Rincian cakupan, biaya, pajak, dan ketentuan pembayaran ditulis di proposal setelah discovery. Biaya lisensi CRM dan aplikasi pihak ketiga tidak termasuk dan dijelaskan terpisah.

Pertanyaan yang sering diajukan

CRM apa yang SAB rekomendasikan?

Kami tidak terikat pada satu merek CRM. Rekomendasi didasarkan pada ukuran tim, proses sales, integrasi yang dibutuhkan, dan anggaran lisensi. Jika Anda sudah memakai CRM, kami biasanya mulai dengan merapikan yang sudah ada.

Apakah bisa memakai CRM yang sudah kami punya?

Bisa. Banyak masalah CRM berasal dari pengaturan, bukan dari software-nya. Kami mengaudit pipeline, field, dan integrasi yang ada, lalu memperbaikinya sebelum menyarankan pindah platform.

Apakah lead dari WhatsApp bisa masuk ke CRM?

Tergantung CRM dan integrasi resmi yang tersedia untuknya. Kami memeriksa pilihannya saat discovery. Jika integrasi otomatis belum memungkinkan, kami menyiapkan cara pencatatan manual yang cepat agar lead dari WhatsApp tetap masuk pipeline.

Apakah setup CRM menjamin penjualan naik?

Tidak. CRM membantu tim tidak melewatkan follow-up dan membuat data lebih jelas, tetapi hasil penjualan tetap bergantung pada penawaran, harga, pasar, dan kerja tim sales. Komitmen kinerja apa pun hanya berlaku jika tertulis di perjanjian yang ditandatangani.

Bagaimana dengan perlindungan data pribadi?

Kami menyiapkan field untuk mencatat persetujuan, sumber, dan opt-out, serta menyarankan pembatasan akses sesuai peran. Kebijakan privasi dan dasar pemrosesan data tetap menjadi tanggung jawab perusahaan Anda, dan sebaiknya ditinjau bersama penasihat hukum.

Berapa lama proses setup CRM?

Tergantung jumlah pipeline, integrasi, dan kondisi data lama. Kami memberikan perkiraan jadwal di proposal setelah discovery. Ketersediaan tim sales untuk workshop dan pelatihan sering menjadi faktor penentu.

Siapa pemilik akun CRM dan datanya?

Perusahaan Anda. Akun CRM sebaiknya didaftarkan atas nama dan email perusahaan, dan biaya lisensinya dibayar langsung oleh perusahaan. Tim SAB menggunakan akses pengguna yang bisa dicabut kapan saja.

Apa bedanya dengan layanan email marketing SAB?

Setup CRM berfokus pada pencatatan lead, pipeline, routing, dan pengingat bagi tim sales. Email marketing berfokus pada isi dan pengiriman email ke kontak yang sudah memberi persetujuan. Keduanya bisa saling terhubung jika dibutuhkan.

Diskusikan CRM dan alur follow-up Anda dengan SAB

Ceritakan jumlah orang di tim sales, sumber lead utama, CRM atau spreadsheet yang dipakai sekarang, dan bagian follow-up yang paling sering terlewat. Kami akan menyiapkan pertanyaan untuk discovery call 30 menit.

Hubungi lewat website SAB →

Layanan SAB lain yang saling melengkapi

Setiap halaman membahas kebutuhan yang berbeda. Pilih yang paling dekat dengan tantangan Anda saat ini.